Rabu, 28 November 2012

Belajar Yuk Nak!


Ibu pasti akan senang apabila buah hati memiliki kemampuan belajar yang baik. Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi dan kemampuan belajar yang sangat luar biasa. Tetapi sebagian Ibu ada yang masih sering bertanya, anak saya susah sekali ya belajar, apa yang harus saya lakukan?

Meskipun secara alami anak selalu ingin tahu dan itu berarti potensi besar untuk belajar, mereka memang masih belum bisa “dipaksa” untuk duduk manis dan belajar secara serius. Karena itu, yang perlu dilakukan orang tua adalah menciptakan suasana yang ceria dan gembira sehingga si anak merasa nyaman dalam belajar, tentunya sambil bermain. Supaya anak tidak merasa bosan, sebaiknya Ibu punya banyak cara untuk merangsang anak agar selalu tertarik untuk belajar.



Tapi bagaimana dong kalau anak tetap tidak mau belajar? Mungkin beberapa kiat berikut bisa bermanfaat:

1. Kalau ia sudah mulai bersekolah (playgroup/TK), saat pulang sekolah sapa dengan sapaan manis, seperti “Hai sayang, bagaimana di sekolah hari ini, apakah menyenangkan?”. Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan di sekolah dan secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (hypnosleep), coba Ibu bisikkan di telinganya, “Makin hari, belajar makin menyenangkan ya,“ “Seperti bermain, belajar juga sangat menyenangkan,“ atau kata-kata sugesti positif lainnya dengan penuh kasih sayang.

3. Jelaskan secara perlahan-lahan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut). Misalnya, “Kalau sudah bisa membaca, nanti saat liburan sekolah Ibu akan belikan banyak buku cerita bergambar yang bisa kamu baca sendiri”. Jangan lupa selalu memberi pujian ketika anak sudah bisa menguasai hal-hal atau pelajaran baru.

4. Jika Ibu memakai jasa guru les, mintalah supaya les pelajarannya sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting daripada mengajarkan teknik membaca atau menghitung. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru meningkatkan harga diri anak kita.

5. Membaca cerita bersama adalah cara sangat efektif untuk mengajarkan anak membaca serta membuat anak mencintai buku. Sayangnya sebagian orang tua sudah tidak sempat lagi membacakan cerita atau dongeng sebelum tidur. Alangkah baiknya jika Ibu masih melestarikan kebiasaan ini.
Ibu bisa mencoba cara ini, bacakan dongeng dengan posisi memangku anak. Tujuannya, agar anak dapat turut melihat cerita yang sedang Ibu bacakan, serta dapat mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua, sehingga anak akan menilai buku sebagai hal yang menyenangkan. Untuk awal, jangan berdongeng atau bercerita terlalu lama, karena anak cepat bosan. Dan gunakan ekspresi wajah dan suara yang menarik agar ia semakin tertarik menyimak cerita.

6. Ada permainan menarik yang bisa Ibu gunakan. Cobalah menulis surat rahasia dari Ibu kepada anak. Ibu bisa berkata “Sayang, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan Ibu yang tahu isinya. Ibu letakan di bawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang bisa menyemangati anak dalam kegiatan belajar di sekolahnya. Dengan begitu anak akan tahu bahwa Ibunya sangat menyayangi dan memperhatikan dia. Dan tulisan itu, membuat dia suka membaca.