Rabu, 09 Agustus 2017

Tips Memilih & Mengolah Okra

Okra (Abelmoschus esculentus) merupakan sayuran kaya serat dan rendah kalori, sehingga cocok dijadikan menu diet sehat sehari – hari bagi yang ingin memperoleh manfaat kesehatan terutama para penderita Diabetes Melitus untuk menjaga kestabilan gula darah (lihat ulasannya pada http://mitratani27.co.id/informasi/okra-untuk-pengobatan-diabetes). Namun diketahui pula bahwa Okra mengandung lendir yang akan muncul saat proses pengolahan yang bagi sebagian orang tidak suka adanya lendir ini. Oleh karena itu diperlukan teknik khusus dalam mengolah okra untuk meminimalkan munculnya lendir, dimulai dari cara memilih okra yang akan diolah.


Memilih :
  1. Pilihlah okra yang memiliki warna hijau merata.
  2. Seluruh permukaan okra tertutup oleh bulu – bulu halus.
  3. Ukuran panjang okra mulai 5-10 cm. (Okra yang terlalu panjang umumnya berasa hambar dan liat teksturnya. Sedangkan okra yang terlalu kecil akan sulit dimasak).
  4. Hindari okra yang berkerut dan lunak saat ditekan.
  5. Okra segar mudah dipatahkan.
  6. Jika dipotong okra akan mengeluarkan lendir.
Persiapan :
  1. Potong ujung batangnya dengan tanpa melukai kulit okra.
  2. Singkirkan bulu halus okra. Bulu halus pada okra tidak perlu dibersihkan dengan cara digosok, jika okra yang digunakan masih muda. Cukup cuci okra di bawah air mengalir. Untuk okra yang sudah tidak muda, gosok lembut kulit okra dengan sikat berbulu nilon halus, tiriskan, lap hingga kering.
  3. Cegah lendir muncul dengan cara memerciki okra dengan sedikit cuka sebelum dimasak. Tuangkan 100 ml cuka ke dalam mangkuk berisi 500 g okra. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas hingga bersih.
  4. Potong – potong okra, sesuai bentuk potongan dengan jenis makanan yang akan diolah.


Mengolah :
Jenis masakan akan berpengaruh pada bentuk potongan okra.
  1. Potong serong okra setebal 1 cm untuk beragam tumisan.
  2. Iris bulat okra setebal 1 cm, lalu balut dengan tepung roti atau tepung tempura. Untuk olahan okra goreng.
  3. Biarkan okra tetap utuh jika akan diolah acar. Begitu juga untuk okra goreng yang disiram saus.
  4. Iris serong melintang untuk olahan okra berkuah (misal kare, gulai).
  5. Potong – potong okra dengan ukuran sedang untuk olahan bersaus kental dan berbumbu banyak (misal kaserol, creole).
  6. Masukkan selalu okra menjelang masakan akan diangkat dari atas api. Karena pemanasan berlebih membuat lendir okra muncul.
  7. Jika okra digunakan sebagai bahan pengental, rendam okra utuh terlebih dahulu. Potong okra dan masukkan ke dalam masakan 10 menit sebelum waktu memasak selesai.
Link : http://mitratani27.co.id/informasi/tips-memilih-amp-mengolah-okra