Postingan

Hakikat kehidupan dunia, kepastian kematian, serta standar hakiki dari sebuah keberhasilan atau kemenangan (al-fawz)

Gambar
 SIDOARJO - September 2026 Oleh - oleh Kajian Kitab Tafsir Jalalain  di Masjid Ihyaul Qulub -- Perumahan Mandiri Residence, Krian - Sidoarjo     Kajian Tafsir Al-Jalalain (karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti) untuk Surah Ali 'Imran ayat 185 . Teks Ayat & Terjemahan كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sahajalah diberikan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." Poin-Poin Tafsir Al-Jalalain 1. Hakikat Kematian ( Kullu nafsin dhā'iqatul maūt ) Penjelasan Tafsir: Setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian di dunia ini, tanpa kecuali. Ma...

SABAR -- Kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Hadits ke 39 dan 40)

Gambar
SIDOARJO - September 2026 Oleh - oleh kajian Kitab Riyadhus Shalihin (Hadits ke 39 dan 40) di Masjid Sabilillah -- Perumahan Mandiri Residence, Krian -- Sidoarjo        Kajian Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi pada Bab Sabar, tepatnya hadits ke-39 (no. 39 dalam urutan bab sabar). Teks Hadits Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ "Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya." (HR. Bukhari) Syarah dan Penjelasan Hadits 1. Makna Lafaz (Lughawi) yuridillāhu bihi khairan: Allah menghendaki kebaikan pada agama, iman, dan kedudukan hamba-Nya di akhirat. yushib minhu: Dibaca yushab (ditimpa) atau yushib (Allah menimpakan padanya). Musibah di sini mencakup cobaan fisik (sakit), materi (kehilangan harta), mental (kesedihan), maupun sosial. 2. Inti Pelajaran & Fawaid Hadits Tanda Cinta...

Bersahabat dengan MUSIBAH .. ( Kajian Al Qur'an - Al Baqarah ayat 155 ~ 157 )

Dituliskan di Sidoarjo, September 2026 .. oleh oleh dari Pengajian di Masjid Ihya'ul Qulub - Perumahan Mandiri Residence, Ds. Jerukgamping - Kec. Krian - KAb. SIdoarjo   Secara umum, mayoritas ulama tafsir menyatakan bahwa tidak ada asbabun nuzul (sebab khusus turunnya ayat) yang tunggal atau spesifik untuk Surah Al-Baqarah ayat 155–157.  Ayat-ayat ini diturunkan sebagai kaidah umum dan ketetapan hukum/sunnatullah bagi kehidupan umat Islam, khususnya pada periode Madinah. Meski begitu, para ulama menjelaskan latar belakang historis (kolektif) serta riwayat pendukung yang melatarbelakangi turun dan digunakannya ayat ini:   1. Latar Belakang Kondisi Kaum Muslimin di Madinah   Setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka menghadapi berbagai bentuk ujian berat secara bertubi-tubi:    * Rasa takut (al-khauf): Ancaman keamanan dan intimidasi dari kaum musyrikin Makkah serta gangguan dari pihak musuh sekitar.    * K...

Keutamaan Memaafkan dan Dampaknya terhadap Ketenangan Hati dan Jiwa sendiri

Dituliskan di Sidoarjo, September 2026 .. oleh oleh dari Pengajian di Masjid Ihya'ul Qulub - Perumahan Mandiri Residence, Ds. Jerukgamping - Kec. Krian - KAb. SIdoarjo   Memaafkan bukan hanya sekadar gugurnya hak kita atas kesalahan orang lain, tetapi juga bentuk terapi jiwa yang diajarkan dalam Al-Qur'an.  Banyak ayat menegaskan bahwa memaafkan adalah bentuk ketakwaan tertinggi yang berdampak langsung pada kedamaian batin. 1. Landasan Al-Qur'an tentang Keutamaan Memaafkan    A. Sifat Orang Bertakwa dan Dicintai Allah   > QS. Ali 'Imran [3]: 134   > الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ   > "(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."   > * Tafsir ringkas: Ayat ini menyandingka...

Don't Quit ... Keep Playing

Gambar
Anak Kecil dan Sang Maestro  Alkisah di satu kota di Polandia, seorang ibu yang memiliki putra berusia 5 tahun, karena didorong keinginan memberi bekal ilmu seni, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano.  Selang beberapa bulan kemudian di kota tersebut datang seorang maestro pianis yang sangat terkenal , Ignace Paderewski, untuk sebuah konser tunggal. Karena ketenarannya, dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang Ibu membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya, deretan paling depan.   Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ibu kemudian duduk dengan si anak tepat berada di sampingnya. Akan tetapi seperti layaknya seorang anak kecil, si anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama. Tanpa pengetahuan ibunya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang Ibu terkejut menyadari bahwa putranya tidak lagi ada di sam...

Doamu Untuk Saudaramu

Gambar
Dari Shafwan Ibnu Abdullah RA "Saya pernah pergi ke Syam dan mengunjungi Abu Darda' di rumahnya. Namun saya tidak bertemu dengannya, lalu saya pergi menjumpai Ummu Darda.' Setelah itu, Ummu Darda bertanya kepada saya, "Hai Shafwan, apakah kamu akan pergi haji pada tahun ini?"  Saya pun menjawab, "Ya." Ummu Darda' berkata, "Mohonkanlah kepada Allah kebaikan untuk kami, karena Rasulullah SAW telah bersabda, 'Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan "amin" dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.'" Shafwan berkata, "Setelah itu saya pergi ke pasar dan di sana saya bertemu dengan Abu Darda' Ternyata ia pun mengatakan seperti itu kepada saya yang diriwayatkannya dari Rasulullah Muhammad SAW"...